Rabu, 26 Januari 2011

Sejarah Vespa

Begitu Anda mendengar nama “vespa”, yang langsung terbayang adalah sebuah motor keluaran pabrikan Italia bergaya retro dan terkesan romantis.

Bentuknya yang “gendut” dengan garis-garis melengkung di body makin terlihat cantik dan mengundang lirikan mata tiap kali melintasi jalan-jalan perkotaan.

Saat ini, ada banyak sekali pengguna vespa, baik di ibukota hingga ke pelosok pedesaan. Bagi warga Italia, vespa merupakan simbol dari awal bergeraknya industri besar mereka, khususnya dalam menyokong Perang Dunia ke II. Desainnya yang simpel merupakan refleksi gaya dan inovasi khas Italia.

Namun, tahukah Anda bahwa Piaggio awalnya bukan memproduksi motor, melainkan pesawat terbang? Jika Anda masih menngernyitkan dahi pertanda bingung mengenai fakta tadi, kini saatnya bagi Anda untuk menyimak sekilas tentang sejarah vespa.Lagipula, jika Anda memang berniat membelinya atau memang sudah ada satu di garasi rumah, tentu Anda akan lebih “sayang” pada motor ini jika sudah lebih mengenalnya, bukan?

Awal Sejarah Vespa
Berbicara mengenai sejarah vespa maka perjalanan kita dimulai hingga beberapa ratus tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1884, dimana seorang pria Italia bernama Rinaldo Piaggio mendirikan sebuah perusahaan peralatan kapal, rel kereta, dan kereta api di Genoa, Italia.

Perusahaan ini makin berkembang ketika mulai memproduksi pesawat terbang dan kapal laut, khusunya pada saat dimulainya Perang Dunia I pada tahun 1914. Agar jumlah produksi bertambah, maka Rinaldo membangun lagi sebuah pabrik di Pisa, tepatnya pada tahun 1917. Empat tahun berselang, ia kembali membangun sebuah pabrik pesawat terbang di Pontedera, Italia.

Vespa sebagai Alat Transportasi
Sejarah vespa mulai benar-benar terjadi tepat setelah Perang Dunia II berakhir. Saat itu, berbagai macam krisis sedang melanda seluruh dunia, termasuk di Italia. Enrico Piaggio, anak dari Rinaldo Piaggio, mengambil alih perusahaan Piaggio dan mulai meninggalkan produksi pesawat terbang dan kapal yang telah dirintis oleh sang ayah.
 
Enrico bersama Corradino D’Ascanio, seorang perancang pesawat terbang andal, mulai memikirkan untuk membangun sebuah alat transportasi roda dua berlandaskan konstruksi pesawat terbang. Hal ini dapat terlihat dari roda depan yang mengambil konstruksi roda pesawat terbang dengan sistem monoshock guna memudahkan dalam mengganti kedua ban.

Untuk material atau bahan body-nya sendiri, ia memilih alumunium yang juga merupakan bahan yang digunakan untuk pesawat terbang. “Sambra Una Vespa” (terjemahan: Terlihat Seperti Tawon)! Begitulah komentar Enrico begitu ia melihat hasil karyanya untuk pertama kali.
Tak lama kemudian, Enrico mulai meluncurkan produksi vespa pertamanya pada tahun 1945, dengan jumlah 35.000 unit. Ternyata, sangat sukses di pasaran! Pada 10 tahun pertama, Piaggio telah memproduksi hingga satu juta unit motor vespa.
Berkat konstruksinya yang kokoh serta keunikannya tersebut, kini nama vespa makin mendunia dan tersebar di mana-mana dengan berbagai jenis serta seri yang berbeda. Meski memiliki jenis yang tak sama, vespa tetap saja tak meninggalkan ciri khas yang telah dibangun dari sang pendirinya. Bagaimana, menarik bukan?
 
Sejarah Vespa di Indonesia
"Demam Vespa” di tanah air sangat di pengaruhi oleh “Vespa Congo”. Vespa yang diberikan sebagai Penghargaan oleh Pemerintah Indonesia terhadap Pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia yang bertugas di Congo saat itu.

Menurut beberapa narasumber, setelah banyak Vespa Congo berkeliaran di jalanan, mulailah Vespa menjadi salah satu pilihan kendaraan roda dua di Indonesia. Importir lokal turut mendukung perkembangan Vespa di tanah air.
Sampai saat ini sudah puluhan varian Vespa yang mampir di Indonesia. Dari yang paling tua hingga yang paling baru ada di Indonesia. Sampai saat ini Indonesia mungkin masih bisa disebut sebagai surganya Vespa. Maraknya ekspor Vespa, sedikit banyak mengurangi populasi Vespa di Indonesia.
Sumber : berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar